Buku Creative
Writing tidak hanya menyampaikan bagaimana membuat tulisan menjadi cerita yang
baik dan menarik, Hal lain yang didapatkan pada buku ini adalah bahwa jika kita
bukan seorang penulis, atau tidak ingin berprofesi sebagai penulis, tetaplah
menulis. Saat kita menulis maka otak akan merekam dengan baik setiap gagasan
kita dan dengan demikian kita tidak mudah lupa, tersesat ataupun kehilangan
ilham. Menekuni ilmu apa pun, kita perlu menulis agar otak semaikn terasah dan
tidak kehilangan ilmu yang telah kita pelajari.
Jika kita
ingin menulis karena mencitai dunia penciptaan, menulislah dalam suasana hati
apa pu, ketika sedang jatuh cinta, ketika sedang patah hati, sedang puyeng,
tidak bahagia, gelisah, atau bahkan tidak puny aide sama sekali.
Edisi revisi Creative Writing
ini menambahkan unsur lain dalam keterampilan menulis, yakni bagaimana
membuat adegan yang menarik dan menulis dengan sudut penceritaan
beragam. Selain itu, setiap pembahasan dalam buku ini juga dilengkapi
dengan contoh di setiap bagiannya, di dalamnya terangkum 24 tip
keterampilan menulis sebagai berikut:
1. Rahasia Kreativitas
2. Lima Indra
3. Konstruksi Cerita
4. Action!
5. Cerita dan Karakter
6. Paragraf Pembuka
7. Draf Pertama
8. Mengakrabi Karakter
9. Pacing
10. Menulis Cepat
11. Plot
12. Pemborosan Kalimat
13. Strategi Tiga Kata
14. Dialog
15. Metafora
16. Menulis dan Mengedit
17. Sudut Penceritaan
18. Disiplin
19. Show, Don’t Tell
20. Sudut Penceritaan Beragam
21. Bacalah!
22. Mengonkretkan Konsep Abstrak
23. Adegan
24. Buka Kamus
Kenapa kita
gagal dalam menulis adalah tidak adanya kemauan yang kuat. Penulisan kreatif
juga diajarkan untuk bagaimana menulis cepat tanpa menyensor tulisan kita,
menulislah seperti kita sedang bicara dengan teman dekat kita, dengan menulis
cepat kita akan menyelamatkan dua hal sekaligus: mood dan waktu kita.
Dialog dalam
kepenulisan yang ideal adalah pertukaran pikiran, jangan membuat dialog seperti
menyalin percakapan sehari-hari, itu membosankan. Jangan mengulang apa yang ada
dalam narasi, itu pemborosan.
Tulislah dialog, hal-hal yang perlu diketahui
pembaca, jangan menulis apa yang sudah diketahui pembaca, kecuali anda ingin
bertele-tele untuk menambah jumlah halaman.
Tulislah ringkas-ringkas, karena
orang-orang biasanya bicara ringkas-ringkas, jangan membingungkan pembaca, tambahkan bahasa tubuh bila perlu, hindari obsesi untuk menuliskan ejaan
fonetik. Belajarlah pada penulis-penulis yang baik.
Bacalah,
pembaca yang baik memiliki kekayaan imajinasi, ingatan, kosakata, dan sejumlah
kepekaan artistik. Membaca merupakan makanan untuk pikiran dan amunisi untuk
menulis. Bacalah sebanyak-banyaknya dan menulislah sebanyak-banyaknya.
A.S. Laksana adalah salah satu sastrawan terkemuka Indonesia yang juga
seorang pengarang, kritikus sastra, dan dulunya pernah menjadi wartawan.
Ia aktif menulis cerpen di berbagai media cetak nasional di Indonesia.
Kini ia aktif di bidang penerbitan dan mendirikan sekaligus mengajar di
sekolah penulisan kreatif Jakarta School. Beberapa karyanya yang telah
diterbitkan, di antaranya Kumcer Bidadari yang Mengembara, Cinta Silver dan beberapa karya nonfiksi.
Penulis mengajak kita untuk tidak menulis yang baik. Kita tidak perlu
memikirkan bagus atau tidaknya dulu. Kita hanya perlu menulis apapun
yang ada dalam pikiran kita, karena kalau tulisan kita sudah rampung,
kita masih bisa memperbaikinya untuk membuatnya menjadi lebih bagus.
Keterangan Buku:
Judul Buku : Creative Writing Edisi Revisi
Penulis : A.S. Laksana
Penerbit : GagasMedia
Cetakan I : 2013
Bahasa : Indonesia
Halaman : 216 halaman
ISBN : 979-780-681-2





No comments:
Post a Comment